Sumber Referensi Terpercaya..

Menyajikan Berbagai Informasi Tentang Pendidikan, Kesehatan, Pembelajaran, Tenaga Honorer,
Anak Berkebutuhan Khusus, Lifestyle, Sosial, Dunia Islam, dan Tutorial Blogspot.

Latest Post

Apa Itu Program Bina Diri?

by on Senin, Juni 10, 2013

in

Program Bina Diri
Bina Diri

Program Bina diri merupakan serangkaian kegiatan pembinaan dan latihan yang dilakukan oleh guru yang profesional dalam pendidikan khusus, secara terencana dan terprogram terhadap individu yang membutuhkan, terutama bagi anak tunagrahita. Bina diri adalah “usaha membangun diri individu baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial melalui pendidikan di keluarga, sekolah dan di masyarakat sehingga terwujudnya kemandirian dengan keterlibatannya dalam kehidupan sehari-hari secara memadai" (Astati, 2010:7). 

Tujuan Bina Diri adalah untuk melatih/mengembangkan kemampuan siswa yang berkaitan dengan kemampuan memelihara dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara mandiri. Menurut Astati (2010:8) tujuan bina diri adalah :
Untuk mengembangkan keterampilan dasar dalam memelihara dan memenuhi kebutuhan anak tunagrahita sehingga dapat hidup mandiri dengan tidak/kurang bergantung pada orang lain, dan mempunyai tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. 
Program Bina Diri dibagi menjadi tujuh macam, meliputi:
1. Kebutuhan Merawat Diri
Kebutuhan merawat diri meliputi kemampuan memelihara tubuh, seperti mandi, menggosok gigi, merawat rambut, dan memelihara kesehatan serta keselamatan diri seperti melindungi dari bahaya sekitar ataupun mengatasi luka.

2. Kebutuhan Mengurus Diri
Kebutuhan mengurus diri melputi memelihara diri secara praktis, mengurus kebutuhan yang bersifat pribadi seperti: makan minum, menyuap makanan, berpakaian, pergi ke toilet, berdandan, serta merawat kesehatan diri.

3. Kebutuhan Menolong Diri
Kebutuhan menolong diri meliputi memasak sederhana, mencuci pakaian dan melakukan aktivitas rumah seperti menyapu dan lain sebagainya.

4. Kebutuhan Komunikasi
Kebutuhan komunikasi meliputi komunikatif ekspresif yaitu menjawab nama dan identitas keluarga dan komunikasi resepti yaitu mampu memahami apa yang disampaikan orang lain.

5. Kebutuhan Sosialisasi
Kebutuhan sosialisasi meliputi keterampilan bermain, berinteraksi, partisipasi kelompok, ramah dalam bergaul, mampu menghargai orang, bertanggung jawab pada diri sendiri serta mampu mengendalikan emosi.

6. Kebutuhan Keterampilan Hidup
Kebutuhan keterampilan hidup meliputi keterampilan menggunakan uang, keterampilan berbelanja, dan keterampilan dalam bekerja.

7. Kebutuhan Mengisi Waktu Luang
Kebutuhan mengisi waktu luang bagi anak tunagrahita dapat berupa kegiatan olah raga, seni, dan keterampilan sederhana seperti memelihara tanaman atau hewan.

Program Khusus Bina Gerak

by on Selasa, Juni 04, 2013

in

Program Khusus Bina Gerak

Bina gerak adalah segala usaha yang dilakukan untuk mengubah, memperbaiki, dan membentuk pola gerak yang mendekati pola gerak normal. Tujuan bina gerak secara umum adalah untuk mengembangkan kemampuan anggota badan yang mengalami kesulitan gerak agar dapat berfungsi optimal, mengembangkan dan melatih siswa secara berkesinambungan agar mampu mengatasi kebutuhan hidupnya, menyerasikan gerak otot, menguatkan dan menyehatkan otot, sehingga mampu melakukan gerakan sesuai dengan fungsinya; dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mampu mengatasi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun secara khusus bina gerak adalah untuk meningkatkan derajat gerak fungsi sendi, menguatkan otot-otot tubuh, memperbaiki koordinasi gerak, memperbaiki sikap tubuh yang kaku, dan meningkatkan kemampuan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Ruang lingkup program khusus bina gerak meliputi penguatan otot, memperbaiki gerakan pada persendian, dan memperbaiki koordinasi gerak tubuh. Jenis-jenis treatment bina gerak bagi tunadaksa teridi atas aktivitas bermain, terapi fisik (physio therapy), treatment psikis, dan treatment okupasi.

Bagaimana Nasib Guru Honorer yang Mengabdikan Dirinya di Sekolah Swasta?

by on Rabu, Mei 29, 2013

in

Tenaga Honorer Kategori 1 dan 2

Isu Tenaga Honorer Kategori 2 saat ini menjadi buah bibir para guru non pns di Indonesia. Saat ini mungkin orang yang termasuk dalam kategori tenaga honorer kategori dua berbahagia karena salah satu syarat untuk menjadi cpns/pns telah dimiliki. Tenaga Honorer Kategori 2 adalah tenaga honorer yang bekerja pada instansi pemerintah dan penghasilannya tidak dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang membedakan tenaga honorer kategori 1 dan 2 adalah penggajiannya, K1 dari APBN/APBD sedangkan K2 digaji dari Non APBN/APBD. Tenaga Honorer Kategori 1 diangkat langsung menjadi CPNS, sedangkan Tenaga Honorer Kategori 2 harus mengikuti test tertulis.

Didalam peraturan pemerintah PP No 48/2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS Sebagaimana Telah Di Revisi Dengan PP 43/2007, Tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban APBN/APBD.

Di dalam Pasal 3 bahwa :
(1) Pengangkatan tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil diprioritaskan bagi yang melaksanakan tugas sebagai: a. guru; b. tenaga kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan; c. tenaga penyuluh di bidang pertanian, perikanan, peternakan; dan d. tenaga teknis lainnya yang sangat dibutuhkan pemerintah.
(2) Pengangkatan tenaga honorer sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada: a. usia paling tinggi 46 (empat puluh enam) tahun dan paling rendah 19 (sembilan belas) tahun; dan b. masa kerja sebagai tenaga honorer paling sedikit 1 (satu) tahun secara terus menerus.
(3) Masa kerja terus menerus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b tidak berlaku bagi dokter yang telah selesai menjalani masa bakti sebagai pegawai tidak tetap.
Peraturan Pemerintah tersebut hanya menyinggung terhadap tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah, bagaimana dengan nasib kami para guru non pns yang mengabdi di sekolah swasta? Mungkin untuk sekolah swasta di kota-kota besar menjamin kesejahteraan gurunya yang non pns dengan gaji dan tunjangan yang besar tapi bagaimana dengan nasib guru yang mengabdi di sekolah swasta di daerah yang notabene rata-rata di gaji + 200 ribu perbulan bahkan kenyataannya ada juga yang tidak digaji sama sekali. Apa kami masih punya kesempatan untuk diangkat menjadi PNS?

Bukan kami tidak ingin mengabdi di sekolah negeri, tetapi khusus untuk ruang lingkup Pendidikan Luar Biasa, sekolah dengan status Negeri itu sangat terbatas rata-rata di satu kabupaten hanya memiliki 1 atau 2 Sekolah Luar Biasa / PK & LK negeri saja. Seperti di Kabupaten Ciamis, kurang lebih terdapat 31 Sekolah Luar Biasa, 2 diantaranya Negeri dan 29 lainnya swasta dengan jumlah guru sukwan sampai ratusan dengan gaji perbulan hanya 50 – 250 ribu bahkan ada juga yang gajinya perbulan 30 hari alias Nihil dengan rata-rata masa kerja lebih dari 5 tahun. Coba anda bayangkan dengan uang sebesar itu tetapi masih mengajar di Sekolah Luar Biasa/Pendidikan Khusus selama bertahun-tahun. 

Mohon bagi pemerintah untuk memikirkan juga nasib para guru sukwan / guru non pns yang mengabdi di sekolah swasta! 
Untuk itu, mohon bantuannya kepada anda yang sudah membaca artikel ini untuk menyebarkan artikel ini melalui situs jejaring sosial atau media lainnya agar bisa didengar dan ditindaklanjuti.

Free Download Animasi Kucing Lucu

Mau animasi cantik dan lucu? silahkan download animasi kucung lucu di bawah ini. Caranya hanya dengan mengarahkan cursor pada gambar yang akan didownload kemudian klik kanan lalu save image.

Animasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing Lucu

Animasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing Lucu

Animasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing Lucu

Animasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing Lucu

Animasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing Lucu

Animasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing Lucu

Animasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing LucuAnimasi Kucing Lucu

Definisi Syari'at Islam

by on Selasa, Mei 28, 2013

in

Syari'at dari segi bahasa adalah madzhab dan jalan lurus. Kata Syir'atul ma' berarti sumber air yang hendak diminum. Kata syara'a bermakna nahaja (meniti), menerangkan, dan menjelaskan berbagai titian. Kata syara'a  juga berarti sanna (menetapkan). Menurut istilah, syari'at berarti agama dan berbagai hukum yang disyari'atkan Alloh untuk hamba-hamba-Nya. Hukum-hukum ini disebut syari'at-Nya karena ia lurus dan menyerupai mata air, karena ia memberik kehidupa bagi jiwa dan akal sebagaimana mata air membawa kehidupan bagi fisik.

Syari'at, din dan millah memiliki arti yang sama, yaitu hukum-hukum yang disyari'atkan Alloh SWT untuk hamba-hambanya-Nya. Namun hukum ini disebut syari;at karena aspek pembuatannya, kejelasanannya, dan konsistensinya; disebut din  karena menjadi sarana untuk patuh dan beribadah kepada Alloh SWT; dan disebut millah karena didektekan (diimla'kan) kepada manusia.

Islam berarti tunduk dan berserah diri kepada Alloh SWT. Kemudian kata ini digunakan secara khusus untuk menyebut agama yang diturunkan Alloh SWT kepada manusia melalui Muhammad saw. Dengan makna inilah kata Islam disebutkan dalam Al-Qur'an.
"Pada hari ii telah Ku-sempurnakna untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam ini sebagai agama bagimu." (al-Ma'idah [5]:3)
"Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan ditermia (agama itu) daripadanya, dan dia akhirat termasuk orang-orang yang merugi." (Ali Imran [3]:85)
Atas dasr itu, syari'at meurut istilah berarti hukum-hukum yang disyari'atkan Alloh SWT bagi hamba-hamba-Nya. baik penetapan syari'at ini berdasarkan al-Quran atau Sunnah Nabi berupa perkataan, perbuatan atau pengakuan. Jadi, syari'at Islam menurut istilah tidak lain adalah hukum-hukum yang ada di dalam al-Qur'an dan Sunnah Nabi, yang merupakan wahyu dari Alloh SWT kepada Nabi-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia.

Kelemahan dan Kelebihan Penggunaan Metode Ceramah

by on Kamis, Mei 23, 2013

in

Metode pembelajaran adalah upaya mengimplementasikan rencana yang disusun dalam kegiatan nyata untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran banyak macamnya akan tetapi umumnya sekarang ini guru lebih mengutamakan metode ceramah.

Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya dipersiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaannya. (Nana Sudjana 2000:77). Sedangkan menurut Muhaimin MA, dkk. metode ceramah merupakan kombinasi dari metode hafalan, diskusi dan Tanya jawab (Muhaimin, dkk, 1996:83)

Metode ceramah tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan dan memiliki karakteristik tertentu diantaranya:

A. Batasan
Suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar di suatu ruangan.
B. Fakta tentang Metode Ceramah
Paling banyak dipakai guru terutama pada bidang non exata
C. Ilustrasi / Contoh
Guru menyampaikan materi secara verbal, siswa lebih banyak
mendengarkan. Interaksi sifatnya searah
D. Kelebihan
  • Dapat mengakomodasi kelas besar
  • Setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar yaitu dengan mendengarkan.
  • Materi dapat dijelaskan secara hierarki karena sepenuhnya dikontrol oleh guru.
  • Guru dapat memberikan penekanan terhadap hal-hal penting sehingga dapat memanage waktu dengan baik
  • Ketuntasan materi dapat dicapai dengan lebih mudah.
  • Tidak memerlukan banyak fasilitas dan sumber belajar sehingga sangat hemat.
E. Kekurangan
  • Pembelajaran membosankan bagi siswa.
  • Siswa pasif dalam pembelajaran.
  • Siswa lebih banyak dicekoki sehingga bila terlalu padat banyak hal yang tidak dikuasai.
  • Pengetahuan lebih cepat terlupakan.
  • Membiasakan siswa belajar menghapal tidak bermakna.
F. Saran 
metode ceramah kemampuan otak manusia     Metode Ceramah Perlu dipakai jika :
  • Bertujuan memberikan informasi
  • Materi yang disajikan belum ada pada sumber lain.
  • materi menarik atau dibuat menarik.
  • Materi disesuaikan dengan pendengar.
  • Setelah ceramah dilanjutkan metode lain untuk pengendapan pengetahuan.
    Metode Ceramah tidak dipakai jika :
  • Tujuan pembelajaran bukan hanya tingkat informasi (C1, atauC2) atau psikomotor.
  • Memerlukan ingatan yang tahan lama 
  • Kemampuan siswa rendah

Terapi Sengatan Listrik Pada Otak Meningkatkan Kemampuan Matematik

by on Minggu, Mei 19, 2013

in

Terapi Sengatan listrik pada otak

Pelajaran matematika bagi sebagian besar orang dianggap sebagai momok. Peneliti di Universitas Oxford punya ide gila. Siswa diberikan kejutan listrik pada otak mereka selama belajar matematika. 
Percaya tidak percaya, cara ini diklaim ampuh merangsang kemampuan matematika siswa meningkat hingga sepertiga. Siswa jadi lebih cepat berhitung, lima kali lebih cepat.

Dilansir Dailymail, 17 Mei 2013, peneliti telah menerapkan cara ini pada 51 siswa. Setengah dari mereka dialiri cahaya listrik yang melewati otak ketika belajar matematika. Kemudian siswa diminta mengingat angka maupun menjumlah.

Setelah lima sesi selama 45 menit, 25 peserta diberikan stimulasi otak selama 20 menit. Hasilnya, siswa dengan stimulasi listrik itu jauh lebih baik dibanding siswa tanpa aliran listrik. Bahkan, dalam uji coba enam bulan kemudian, siswa dengan listrik itu punya kemampuan menghitung lebih cepat 30 persen.

Kadosh Roi juga menegaskan bahwa cara ini aman, tidak menimbulkan rasa sakit dan tak menyerang otak siswa.  Hasil pemindaian otak siswa menunjukkan listrik meningkatkan pasokan oksigen dan nutrisi pada otak. 

"Studi ini menunjukkan cara yang aman dan murah agar kita dapat memasyarakatkan matematika dengan intervensi terbatas," kata Dr Cohen Kadosh Roi, peneliti utama Departemen Psikologi Eksperimental Universitas Oxford.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Current Biology. 

sumber : viva.co.id

Struktrur Kurikulum 2013

Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum termasuk pembelajaran dan penilaian pembelajaran dan kurikulum. 
 
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran. 

Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.

Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.

Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013

ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.

Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.

Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.

Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.

Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.

Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.


Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan. 

Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013 

ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”. 

Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya. 

Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan. 

Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah. 

Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang. 

Disleksia (Kesulitan Membaca)

by on Selasa, Mei 07, 2013

in

Anak berkebutuhan khusus terdiri dari berbagai kategori, baik ditinjau dari kelebihan ataupun kekurangannya termasuk anak disleksiaDisleksia adalah kesulitan membaca yang kronis. Orang dengan disleksia mungkin memiliki masalah dalam belajar seperti membaca, menulis, mengeja, matematika, dan kadang-kadang, musik. Anak laki-laki penderita disleksia 3 kali lebih banyak dibanding anak perempuan.

Para ahli mengatakan disleksia terjadi karena otak dari orang dengan disleksia memiliki penghubung yang berbeda, sehingga sulit bagi mereka untuk memisahkan huruf dari kata tertulis ke dalam suara yang berbeda (atau fonem). Kemampuan ini yang disebut kesadaran fonologi.

Disleksia dapat terjadi pada setiap tingkat kemampuan intelektual. Terkadang anak-anak dengan disleksia tampil seperti kurang termotivasi atau tidak mencoba cukup keras di mata guru dan orang tua. Disleksia memang bisa disertai dengan kurangnya motivasi, masalah emosional atau perilaku, dan gangguan sensorik. Namun bukan berarti hal-hal tersebut merupakan hasil dari disleksia.

Pandangan yang lebih positif dari disleksia menggambarkan bahwa orang dengan disleksia sebagai adalah seorang yang visual, pemikir multidimensi yang intuitif, sangat kreatif, dan unggul dalam belajar secara praktek. Banyak orang dengan disleksia sangat berprestasi dalam seni, kreativitas, desain, komputasi, dan berpikir lateral.

Apa Penyebab Disleksia?

Disleksia cenderung menurun dalam keluarga, dan peneliti telah mengidentifikasi gen yang mungkin bertanggung jawab untuk kondisi tersebut.

Para ilmuwan juga menemukan perbedaan otak tertentu yang terlibat dalam disleksia. Gambar otak menunjukkan bahwa disleksia adalah hasil dari perbedaan struktural di otak, terutama di otak kiri.

Otak dari orang dengan disleksia menunjukkan aktivitas sangat sedikit di daerah yang dikenal sangat penting menghubungkan kata tertulis dengan komponen fonetik mereka. Karena itu, untuk membaca, orang dengan disleksia harus menumbuhkan jalur neurologis alternatif. Orang dengan disleksia mengimbanginya dengan menggunakan lebih banyak bagian depan otak yang disebut area Broca, yang terkait dengan aspek lain dari pengolahan bahasa dan pidato.

Otak Disleksia

Dispraksia (Sukar Bicara dan Mengeja)

Apa itu Dispraksia? Dispraksia berasal dari kata dys, yang artinya 'tidak mudah' atau 'sulit' dan praxis, yang berarti 'bertindak', 'melakukan'. Nama lain dispraksia adalah Developmental Co-ordination Disorder (DCD). Dulunya dikenal sebagai Clumsy Child Syndrome. 

Secara medis, dispraksia adalah gangguan atau ketidakmatangan anak dalam mengorganisir gerakan, akibat kurang mampunya otak memproses informasi, sehingga pesan-pesan tidak secara benar atau secara penuh ditransmisikan. Dispraksia mempengaruhi perencanaan apa-apa yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya. Dan ini menimbulkan kesulitan dalam berpikir, merencanakan, dan melakukan tugas-tugas motorik atau sensori. 

"Dispraksia bukanlah gangguan pada otot. Bukan pula gangguan kecerdasan, meski akibatnya mempengaruhi kemampuan berbahasa dan pengucapan," papar Belinda Hill, speech pathologist di Australian Dyspraxia Support Group and Resource Centre Inc di New South Wales. "Problem dispraksia timbul ketika otak mencoba memerintahkan untuk melakukan apa yang mesti dilakukan, namun kemudian sinyal perintah itu diacak, sehingga otot tidak bisa membaca sinyal yang dikirimkan otak."

Dispraksia kadang dikelirukan dengan disleksia, yakni kesukaran untuk membaca, menulis, atau mengeja, dan seringkali diikuti dengan problem lain seperi ketrampilan pengorganisasian yang buruk. Dispraksia mungkin juga sering dikelirukan dengan ADD (Attention Deficit Disorder), ADHD (Attention Deficit Hyperactivity isorder), atau Dyscalculia (sukar untuk menangkap konsep-konsep matematika). "Namun sebenarnya dispraksia mencakup problem yang lebih luas dan bervariasi."

Menurut Belinda, pada bayi, dispraksia kerap ditandai dengan sedikit atau tidak adanya ngoceh. Ketika anak mulai belajar bicara, huruf konsonan yang diucapkannya sangat sedikit.

Pada usia pra-sekolah, anak dipraksia bisa memiliki sebagian atau semua kondisi berikut: terlambat berguling, merangkak, berjalan. Anak dispraksia biasanya sukar menyesuaikan diri saat beralih ke makanan padat. Ia sukar melangkah, memanjat, menyusun puzzle, sukar mempelajari ketrampilan baru secara insting, dan lambat mengembangkan kata-kata. Ia sulit berbicara jelas. Anak juga kesulitan menggerakkan mata, sehingga ia lebih suka menggerakkan kepala daripada menggerakkan matanya. 

Pada anak yang lebih besar, ia akan kesukaran memakai pakaian, menalikan sepatu, menggunakan cutter atau pisau, keseimbangan badan yang buruk, sukar belajar naik sepeda, kemampuan membaca yang rendah, dan buruk dalam menulis. Anak sukar mengingat instruksi dan menyalin tulisan dari papan tulis. Ia juga tidak dapat menangkap konsep seperti 'di bawah', 'di atas', 'di dalam'.

Anak dispraksia mengalami kesulitan mengucapkan bunyian-bunyian tertentu dan lafal ucapan mereka menjadi tidak jelas. Sebagian anak penderita dispraksia mempunyai sifat terlalu sensitif dengan sentuhan. Sebagian lain mengalami articulatory dyspraxia, yang menyebabkan mereka kesukaran dalam berbicara dan mengeja.
 
Support : Free Emoticon | Manga-4you
Copyright © 2013. Article [Pabk-4yOu] - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Pabk-4yOu
About | Privacy Policy